Kamu duduk didepanku. Tidak..tidak persis didepanku
Kamu duduk searah jarum jam menunjukkan angka 2
Tapi itu lebih baik, membuatku lebih bebas memperhatikanmu
Aku bisa dengan bebas memperhatikan rambutmu
bergerak ketika kau tergelak
Memperhatikan matamu terbuka lebar ketika
kau bercerita dengan semangat
Seolah ingin menyakinkanku bahwa ceritamu benar
Aku percaya ceritamu, tapi aku lebih terpesona
dengan caramu bercerita
Aku selalu terpesona dengan apa yang ada pada dirimu
dari dulu hingga kini kau berada didekatku
setelah kita terpisah sekian waktu
Tapi ada satu hal yang aku sesali saat ini
Mengapa kita tadi memilih resto bergaya
jawa dengan perabot2 dari eboni hitam yang berat ini?
Mengapa kita tadi tidak memilih cafe2 tenda
di pinggir jalan yang mejanya hanya terbuat dari plastik?
Meja eboni ini begitu lebar, membuat jarak dudukku
dan dudukmu menjadi terlalu jauh
Meja eboni ini juga terlalu berat, membuatku tak
mudah mendorongnya dengan kaki
Padahal ada keinginan begitu kuat untuk menyingkirkannya
karna aku ingin memelukmu erat
(pengakuan yang diragukan kebenarannya, hahaha..)
welcome, frens!
welcome, frens!
nikmati suara hati, kata perkata, baris perbaris, dan rasakan getaran di hatimu..
kamu bisa merasakan apa yang kurasa ketika menulis suara hati karna suara hati adalah suara hatiku dan mungkin juga suara hatimu..
luv u all..
nikmati suara hati, kata perkata, baris perbaris, dan rasakan getaran di hatimu..
kamu bisa merasakan apa yang kurasa ketika menulis suara hati karna suara hati adalah suara hatiku dan mungkin juga suara hatimu..
luv u all..
Rabu, 08 Februari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)
